Sabtu, 25 Februari 2012

Pecahan Jiwa

Pecahan-pecahan jiwaku memenuhi perasaannya
Sesaat aku berlari namun sesaat kemudian aku berhenti
Pecahan itu tersebar ke seluruh relung jiwanya
Sesaat aku terdiam namun sesaat kemudian aku berteriak
Pecahan itu mulai melukainya

“Jiwamu tajam”, katanya
Aku hanya memandangnya nanar tak bersuara tak membalas ucapannya
“Jiwamu menyayatku”, katanya lagi
Lagi-lagi aku hanya termangu memandangnya tanpa menatapnya
“Cepat kau rapihkan serpihannya, jika tidak jiwakupun akan hancur berkeping-keping”, umpatnya, namun aku mendengar kepahitan dalam suaranya…teriakannya.
Pecahan itu mulai bergerak kelihatannya berusaha menyatu
Rupanya teriakannya tadi cukup mempengaruhinya
“Habis sudah kesabaranku, CEPAT LAKUKAN !!!!”

Aku yang sudah mati aku yang akan hidup aku yang tidak lagi mempedulikan dunia
Seribu cinta untukku, katanya. Mengapa hanya seribu kataku, jika kau hitung satu cinta untuk satu hari maka cintamu akan habis dalam seribu hari dalam tiga tahun dan kau akan melupakanku

Lihatlah mata penuh kebencian yang menyorot tajam dari wajah yang selalu tersenyum ramah
Lihatlah noda yang mengotori pakaian yang selalu terjaga kebersihannya
Aku bukan siapa-siapa baginya namun aku adalah raja bagi sebagian orang
aku adalah permaisuri bagi sebagian lainnya dan aku adalah cinta bagi kekasihku
Aku tidak harus mempedulikan tatapannya, nodanya atau kebenciannya
Aku adalah diriku yang mampu berdiri tegak tanpa dirinya.

Minggu, 20 Maret 2011

Rumah Kita

Berjalan berpayungkan langit yg terselubung asap polusi
Melangkah di atas lapisan bumi yg kian tergerus
Membuatku bertanya..
Sudahkah aku mencintai alamku?
Sudahkah aku membalas sedikit saja segala nikmat ini?

Kitalah khalifah di atas bumi
Kitalah penjaga alaM
Kitalah perusak alam
Kitalah pengemban tugas

Udara, air, langit dan bumi
Adalah rumah yg harus kita jaga

Macet GILA!!

Jakarta..oh jakarta atau
Bekasi..oh bekasi..
Nasib org yg tinggal di perbatasan..belok kanan jkt, belok kiri bekasi haha

Anyway..ini macet kok ya ndak kira2
Wong bukan pusat kota, bukan sudirman thamrin gatsu..
Ibaratnya dah di dpn pintu rumah tinggal masuk ada yg ngalangin
1 jam terjebak di antrian tak berujung
Walah what a nice way to end my nice monday

Org-org dah pada keluar mobil dan jalan kaki
Should I follow them hmmm
Paraaaahhh

Kalau aja ada yg kampanye blg tau pasti dan janji akan ngilangin macet dari bumi jkt tercinta..
Pasti g contreng tuh partai..(Stress mode on)

Mohon maaf tidak bs nulis puisi di saat macet gini hehe
Yg keluar malah unek2 daripada stress gilaaa
Mending maen facebook & bb..
Few cars away niy doakan semoga cpt jalan ya..

Hanya Kamu

Rasa sayang ini buatku sadar
betapa rapuhnya hati manusia
Sedikit saja kata2 kasar buatku sedih
Sedikit saja kata2 indah buatku tersenyum
Bahagia sepanjang hari

Hati bertautan
Rasa bertalian
Sedihnya menjadi sedihku
Bahagianya menjadi bahagiaku

Kamu..ya cm kamu yg bs buatku begini ;)
Uh..

Senyuman Abadi

Memandang birunya laut
Menikmati ombak yang berlarian kecil
Memandang indahnya terumbu karang
Memanjatkan puji bagi Allah Sang Pencipta

Menapakkan kaki di lembutnya pasir putih
Mungkin jejakku kan hilang tersapu air
Tapi keindahan dan ketenangan ini kan tertanam di hati
Membawaku dalam rangkaian meditasi..
Memberikan kesejukan tak terkira
Menembus dalam relung hatiku
Dan menyisakan senyuman abadi

Bismillah

Melatih kesabaran...
Kontrol emosi...
Bismillah, ya Allah yg Maha Pengasih
Berilah aku kesabaran...
Biarkan aku melihat dengan hati dan jiwa yg tenang

Lentera Hatiku

Menyayangimu bukanlah hal yang mudah
Karena aku tak paham
Mengasihimu kadang begitu berat
Karena aku tak mengerti

Tahukah kau aku ingin sekali mencintaimu dengan tenang
Tanpa amarah ataupun perdebatan
Tahukah kau aku ingin pulang ke pelukmu
Dan berbakti padamu
Tahukah kau aku menyayangimu sepenuh hatiku
Hanya kau satu-satunya lentera hatiku..

Kau yg selalu mencintaiku tanpa pamrih
Tapi mengapa begitu sulit memahamimu